Herry Wirawan Terdakwa Kasus Pemerkosaan 13 Santriwati Dituntut Jaksa Hukuman Mati dan Kebiri Kimia

- Selasa, 11 Januari 2022 | 14:20 WIB
Predator seks Herry Wirawan Terdakwa Kasus Pemerkosaan 13 Santriwati Dituntut Jaksa Hukuman Mati dan Kebiri Kimia
Predator seks Herry Wirawan Terdakwa Kasus Pemerkosaan 13 Santriwati Dituntut Jaksa Hukuman Mati dan Kebiri Kimia

JAKARTA, AYOMALANG.COM -- Terdakwa kasus perkosaan 13 santriwati di Bandung Herry Wirawan dituntut hukuman mati dan kebiri kimia oleh jaksa penuntut umum (JPU).  Selain itu, Herry juga membayar denda itu terdiri dari pidana denda Rp 500 juta dan restitusi sebesar Rp 331.527.186.

Dalam tuntutannya JPU meminta hakim agar Herry dinyatakan bersalah telah melakukan tindakan pencabulan  terhadap belasan anak didiknya.

"Pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti komitmen kami memberi efek jera pada pelaku atau pada pihak-pihak lain yang akan melakukan kejahatan (seksual)," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana usai persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, Selasa,11 Januari 2022.

Asep yang menjadi jaksa penuntut umum juga mengungkapkan tuntutan kedua terhadap terdakwa yakni berupa hukuman tambahan berupa kebiri kimia.\

Baca Juga: Gus Miftah Ngamuk Maki Pemerkosa Santri, Herry Wirawan Hingga Ditenangkan Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Herry Wirawan Terdakwa Kasus Pemerkosaan 13 Santriwati Dituntut Jaksa Hukuman Mati dan Kebiri Kimia (dok, Aceh Tribunnews - Tribun)

"Kedua, kami juga meminta kepada hakim untuk menjatuhkan tambahan pidana tambahan berupa pengumuman identitas yang disebarkan melalui hakim dan hukuman tambahan berupa tindakan kebiri kimia," ujarnya.

Selain itu, Asep juga meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana sebesar Rp500 juta Rupiah dan subsider selama satu tahun kurungan dan mewajibkan kepada terdakwa untuk membayarkan restitusi kepada anak-anak korban yang totalnya mencapai Rp330 juta.

Jaksa menilai terdakwa Herry Wirawan terbukti melakukan tindak pidana Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X