Jaksa Batalkan Tuntutan ke Istri Marahi Suami Mabuk, Kini Eks Suami Dituntut 6 Bulan Bui, Apa Penyebabnya?

- Rabu, 24 November 2021 | 01:17 WIB
Valencya saat mengikuti sidang lanjutan di PN Karawang (pikiran-rakyat.com)
Valencya saat mengikuti sidang lanjutan di PN Karawang (pikiran-rakyat.com)

 

KARAWANG, AYOMALANG.COM -- Jaksa penuntut umum (JPU) membatalkan tuntutan 1 tahun penjara terhadap terdakwa, Valencya Lim. Selain itu, JPU juga meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan karena memarahi suaminya kala itu, Chan Yu Ching yang tengah mabuk.

"Jaksa agung sebagai jaksa penuntut umum tertinggi negara menarik tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Kamis, 11 November 2021, terhadap diri terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi," kata JPU Syahnan Tanjung saat membacakan replik atas pledoi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Selasa, 23 November 2021

Kemudian, jaksa yang ditunjuk langsung oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) itu membacakan empat tuntutan. Pertama, menuntut terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan secara psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 45 huruf B Undang - Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).  

Kedua, membebaskan Valencya dari segala tuntutan. Ketiga, menyatakan pengembalian barang bukti. Dan keempat membebankan biaya perkara kepada negara.

Baca Juga: Pejabat Kejati Jabar dan Polisi di Karawang Dicopot, Kasus Tuntutan 1 Tahun Kepada Istri Marahi Suami Mabuk

Chan Yung Ching saat Konferensi Pers (Fachrudin/Libernesia.com)

Salah satu pertimbanan JPU itu menilai perbuatan suami lah yang menyebabkan peristiwa itu terjadi. "Bahwa terdakwa mengatakan kata-kata tidak sopan atau saksi korban tidak tahan karena tertekan batin atas sikap perilaku terdakwa. Hal tersebut bukan merupakan pidana, justru perbuatan saksi korban lah yang membuat ini terjadi,” kata JPU disambut tangis haru dari terdakwa Valencya.

JPU mengatakan bahwa walaupun perkara tersebut sudah masuk dalam tahap penuntutan, tetapi tidak ada larangan menurut peraturan perundang-undangan bagi JPU untuk dapat memperbaiki tuntutan selama masih dalam ruang lingkup pembuktian.

"Perubahan tuntutan tersebut tidak mempengaruhi putusan majelis hakim, seadil-adilnya terhadap diri terdakwa," tegasnya.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Tags

Terkini

X