Miris! Coaching Poligami Raup Rp100 juta Perbulan Sebut Tak Perlu Izin Istri Pertama karena Bukan Kepala Dinas

- Selasa, 23 November 2021 | 17:05 WIB
 (Foto: Instagram.com/@robbanianfamily)
(Foto: Instagram.com/@robbanianfamily)

JAKARTA, AYOMALANG.COM -- Macam-macam fenomena yang membuat banyak warga masyarakat mengaku miris, terjadi di masyarakat. Salah satu yang membuat heboh belakangan ini adalah keberadaan ‘Coaching’ atau Pelatihan Poligami Berbayar yang diselenggarakan oleh Coach atau Mentor KH. Hafidin pengelola salah satu pondok pesantren di Waringinkurung, Serang, Banten.

Salah satunya yang membuat banyak dahi orang berkernyit karena heran, adalah pelatihan atau mentoring poligami itu mematok tarif yang cukup tinggi yakni Rp. 10 juta per pelatihan.

“Ya, kalau dalam satu bulannya ada sepuluh kali pelatihan berarti sepuluh kali sepuluh, seratus juta. Itupun belum dari yang ngasih hadiah kalau mereka puas,” kata Hafidin seperti yang dikutip Ayomalang.com dari video yang diunggah di Kanal YouTube, Narasi.tv.

Hafidin yang mengaku mengeluarkan dana minimal Rp 2 juta perbulan untuk beriklan di media sosial itu menjelaskan jika dalam coaching atau mentoring dia akan memberikan dasar untuk membangun rumah tangga yang jauh dari masalah meskipun berpoligami.
Salah satunya adalah manajemen mengelola rasa cemburu antar istri-istri yang dipoligami.

Baca Juga: Pejabat Kejati Jabar dan Polisi di Karawang Dicopot, Kasus Tuntutan 1 Tahun Kepada Istri Marahi Suami Mabuk

”Cemburu itu bisa dikelola menjadi keindahan kalau penataan rumah tangganya besar. Makanya bener dulu rumah tangganya,” terang pria yang mampu membangunkan 4 rumah untuk masing-masing istrinya itu.

Salah satu poin penting yang diajarkan dalam pelatihan berdurasi 9 jam itu adalah cara untuk mulai berpoligami atau menikah lagi. Menurut Hafidin yang sementara ini memiliki dua puluh anak dan pernah dua kali bercerai itu tidak perlu meminta izin pada istri-istrinya untuk menikah lagi.

“Ngapain izin? Memangnya istri saya kepala dinas? Istri memanut saja sama saya. Tidak aka ada yang tersakiti itu terbukti, jadi tidak perlu didramatisir,” tegasnya. Hafidin juga menerangkan jika berpoligami tidak perlu hanya mengandalkan modal berupa materi atau uang.

(Foto: Instagram.com/@robbanianfamily)

“Lihat ini keadaan saya dengan istri istri saya, jauh dari kata kaya, jadi jangan fikir lagi poligami hanya untuk orang kaya saja,” lanjut Hafidin.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X