3 Terduga Pembiaran Hanya Jadi Saksi, Pengacara Korban: Gubernur Jatim Bilang Pelaku Harus Mendapat Efek Jera

- Kamis, 25 November 2021 | 23:05 WIB
Ilustrasi pemerkosaan dan penganiayaan anak panti asuhan di Malang. (Gunyam/Rahma)
Ilustrasi pemerkosaan dan penganiayaan anak panti asuhan di Malang. (Gunyam/Rahma)

 

MALANG, AYOMALANG.COM -- Tindak pidana pemerkosaan dan penganiayaan yang menimpa bocah perempuan di Kota Malang menggelundung bak bola salju.

Kuasa hukum korban, Leo Angga Permana, mempertanyakan tiga pelaku yang tidak dijadikan tersangka.

Berdasarkan aturan yang berlaku, pembiaran kekerasan bisa dimasukkan dalam tindak pidana.

Baca Juga: Penampakan Pelaku Pencabulan di Kota Malang Terhadap Bocah Perempuan Anak Panti Asuhan, Istri Ikut Mengeroyok

Leo pada dasarnya mengapresiasi kinerja aparat yang begitu cepat memproses perkara korban. Aparat menetapkan tujuh tersangka dari 10 pelaku yang diamankan sebelumnya.

Kemudian dari tujuh tersangka, hanya satu yang dipulangkan ke orang tuanya. Leo memahami pemulangan tersangka karena menyesuaikan UU Sistem Peradilan Anak.

Aturan tersebut menyebut anak yang belum berusia 14 tahun tidak diperkenankan untuk ditahan.

"Cuma yang kami sayangkan di sini dari 10 pelaku, tujuh orang tersangka," ungkap Leo Angga Permana sebagaimana dikutip AyoMalang.com dari Republika.co.id, Kamis 25 November 2021.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X