Sejarah Kerajaan Singasari dari Ambisius Ken Arok Hingga Runtuhnya Kertanegara

- Kamis, 25 November 2021 | 19:05 WIB
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Tumapel.  ( Foto: Wikipedia)
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Tumapel. ( Foto: Wikipedia)

MALANG,AYOMALANG.COM -- Kerajaan Singosari adalah salah satu kerajaan yang berkuasa sebelum Indonesia modern.

Sampai saat ini banyak kita temui peninggalan kerajaan Singosari baik berupa candi maupun prasasti.

Diantara peninggalam tersebut adalah :

1. Candi Kidal
2. Candi Singasari
3. Candi Jago
4. Candi Katang Lumbang
5. Candi Kangenan
6. Prasasti Singasari
7. Prasasti Malurung

Dikutip ayomalang.com dari buku sejarah karangan Danik Isnaini (2019) dengan judul Kerajaan Hindu-Budha di Jawa", bahwa kerajaan Singasari berdiri pada 1222 M.

Sementara raja pertama yang memimpin kerajaan Singasari adalah Ken Arok dengan gelar Sri Rajasa Bathara Amurwabhumi.

Baca Juga: Asal-usul Tanda Tangan, Ternyata Mulai Ada Sejak Zaman Kerajaan Romawi, Simak Faktanya Kapan yang di Indonesia

Sebelum menjabat sebagai seorang raja, Ken Arok adalah seorang pengawal Tunggul Ametung yang kala itu menjabat sebagai seorang Akuwu di Tumapel.

Sifat ambisius dan haus akan kekuasaan, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan mempersunting istri cantiknya yang bernama Ken Dedes.

Sejarah perjalanan Ken Arok untuk memenuhi ambisinya menjadi raja diawali jalinan kerjasama para Brahmana. Hal itu ditempuh Ken Arok untuk dapat menaklukkan Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh raja Kertajaya.

Sampai pada akhirnya, Ken Arok dan para sekutunya berhasil membuat Raja Kertajaya menyerahkan kekuasaannya dan memutuskan untuk memindahkan pusat kerajaan di Singasari.

Baca Juga: Tafsir Baru Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singhasari; Menghamba ke Tunggul Ametung (26/bersambung)

Karena itulah, sampai saat ini kerajaan Tumapel dikenal dengan Kerajaan Singasari.

Pada masa kekuasaan Ken Arok, Ia selalu mengutamakan dan menjaga kehidupan sosial rakyatnya. Namun, ketidak konsistenan para raja, membuat setiap aturan dan kebijakan selalu berubah.

Pasca meninggalnya Ken Arok kerajaan Singasari sempat terguncang dan tidak stabil. Konflik internal pun tak dapat dihindari.

Sampai pada sebuah keputusan bahwa Anuspati terpilih menjadi penerus Kerajaan Singasari pada masa itu.

Namun berbeda dengan Ken Arok, kepemimpinan Anuspati kurang memperhatikan rakyat benar-benar tidak

Puncak kejayaan Kerajaan Singasari berhasil dikembalikan semasa Raja Kertanegara memimpin.

Baca Juga: Tafsir Baru Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singhasari; Mengabdi ke Tunggul Ametung (25/bersambung)

Pada masa kekuasaan Raja Kertanegara, Singasari menjadi kerajaan yang kuat, besar dan disegani.

Ada beberapa hal yang membuktikan kerajaan singasari mengalami masa kejayaan saat raja Kertanegara berkuasa, Yaitu:

1. Expansi wilayah kekuasaan dan menjalin hubungan dengan luar negeri

2. Perkembangan pada sektor perdagangan dan pelayaran

3. Struktur pemerintahan Singasari yang kokoh

4. Pengiriman ekspedisi ke Sumatera yang terkenal dengan
ekspedisi Pamalayu (1275 M)

5. Perkembangan agama Hindu dan Buddha

6. Kekuasaan pada jalur dagang (Selat Malaka-Kepulauan Riau).

Baca Juga: Kota Batu, Kota yang Dulu Jadi Peristirahatan Keluarga Kerajaan Kini Dihantam Banjir Bandang

Keruntuhan Kerajaan Singasari terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah hilangnya sosok Raja Kertangera karena faktor usia dan minimnya pertahanan saat melakukan ekspansi keluar daerah.

Berikut ini adalah silsilah raja kerajaan Singasari:

1. Ken Arok (1222-1227 M)
2. Anusapati (1227-1248 M)
3. Tohjaya (1248 M)
4. Wisnu Wardhana (1248-1272 M)
5. Kertanegara (1272-1292 M) (**)

Halaman:

Editor: Ach Zaini Khusyairi

Tags

Terkini

X