Sejarah Kerajaan Singasari dari Ambisius Ken Arok Hingga Runtuhnya Kertanegara

- Kamis, 25 November 2021 | 19:05 WIB
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Tumapel.  ( Foto: Wikipedia)
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Tumapel. ( Foto: Wikipedia)

Sampai pada akhirnya, Ken Arok dan para sekutunya berhasil membuat Raja Kertajaya menyerahkan kekuasaannya dan memutuskan untuk memindahkan pusat kerajaan di Singasari.

Baca Juga: Tafsir Baru Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singhasari; Menghamba ke Tunggul Ametung (26/bersambung)

Karena itulah, sampai saat ini kerajaan Tumapel dikenal dengan Kerajaan Singasari.

Pada masa kekuasaan Ken Arok, Ia selalu mengutamakan dan menjaga kehidupan sosial rakyatnya. Namun, ketidak konsistenan para raja, membuat setiap aturan dan kebijakan selalu berubah.

Pasca meninggalnya Ken Arok kerajaan Singasari sempat terguncang dan tidak stabil. Konflik internal pun tak dapat dihindari.

Sampai pada sebuah keputusan bahwa Anuspati terpilih menjadi penerus Kerajaan Singasari pada masa itu.

Namun berbeda dengan Ken Arok, kepemimpinan Anuspati kurang memperhatikan rakyat benar-benar tidak

Puncak kejayaan Kerajaan Singasari berhasil dikembalikan semasa Raja Kertanegara memimpin.

Baca Juga: Tafsir Baru Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singhasari; Mengabdi ke Tunggul Ametung (25/bersambung)

Pada masa kekuasaan Raja Kertanegara, Singasari menjadi kerajaan yang kuat, besar dan disegani.

Halaman:

Editor: Ach Zaini Khusyairi

Tags

Terkini

X